Integrasi Kurikulum, Anti Narkoba (IKAN) Sudah Diluncurkan, Mengapa Lamban Diterapkan Di Kokab Sukabumi..???
Newsbin86.COM Sukabmi — Program Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) yang telah diluncurkan secara Nasional oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Kementerian Pendidikan Dasar, dan Menengah (Kemendikdasmen) dinilai belum mendapat Respons Serius Pihak Didik Kokab Sukabumi, terlihat jelas dalam implementasinya. Newsbin, pada Minggu, 30/08/2026.
Biasanya, dorongan agar Program tersebut segera diterapkan, bahkan telah beberapa kali disampaikan melalui Publikasi Nasional Media Lokal maupun Nasional. Ujang Suherman, S.Pd, Ketua Perkumpulan Persatuan Orang Tua Peserta Didik Seluruh Sukabumi (POPDIKSI) menilai langkah konkret di tingkat Daerah masih belum terlihat. Hal tersebut disampaikan Ujang saat di Wawancarai di Sekretariat POPDIKSI, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu (30/08).
“Sudah berkali – kali kami dorong, dan sudah diberitakan melalui Media. Programnya juga sudah diluncurkan secara Nasional. Tetapi mengapa Implementasinya di Kabupaten, dan Kota Sukabumi masih lamban..??? Sementara Narkoba tidak pernah berhenti bergerak,” Tegas Ujang.
Menurutnya, kondisi tersebut semakin memprihatinkan, karena ancaman Narkoba telah menyentuh Kelompok Usia Sekolah. Bahkan, Kasus yang melibatkan Oknum Tenaga Pendidik juga pernah terjadi di Kota Sukabumi.
Dinas Pendidikan Hingga Pokja BSAN Dipertanyakan..!!!
Ujang Mempertanyakan Keseriusan Dinas Pendidikan, Dewan Pendidikan serta Pokja Budaya Sekolah Aman, dan Nyaman (BSAN) dalam Respons Ancaman Narkoba di Lingkungan Pendidikan.
Menurut dia, Keberadaan Lembaga, dan Program tersebut seharusnya menjadi kekuatan untuk mempercepat Pencegahan, bukan justru membuat masyarakat menunggu.
“Jangan sampai ada Kesan Pemerintah Daerah cuek atau tidak mau tahu. Kita sedang berbicara Tentang Keselamatan Anak – anak. Kalau memang Peduli, harus ada Tindakan Konkret,” Ujarnya.
Ujang juga mengatakan, Kritik tersebut bukan ditujukan untuk Menyerang Institusi tertentu, melainkan sebagai bentuk Tanggungjawab Moral Orang Tua Peserta Didik.
IKAN Harus Masuk Ke Sekolah..!!!
POPDIKSI mendorong IKAN tidak berhenti pada Kegiatan Launching, Seminar atau Sosialisasi, tetapi benar – benar masuk ke Proses Pendidikan, dan Budaya Sekolah.
Menurut Ujang, Implementasi harus Melibatkan Guru, Peserta Didik, dan Orang Tua secara berkelanjutan. Selain itu, Pemerintah perlu menyiapkan Buku Panduan Pendidikan Antinarkoba yang telah melalui Proses Penilaian Resmi oleh Pihak Kementerian melalui PUSBUKKUR, sehingga Guru, dan Orang Tua memiliki bahan Referensi yang jelas serta Terstandar.
“Guru membutuhkan Panduan yang jelas, dan Orang Tua juga harus mempunyai Pegangan. Jangan hanya meminta Sekolah menjalankan IKAN, tetapi Perangkat Pendukungnya tidak disiapkan,” Tambah Ujang.
Jangan Tunggu Korban Bertambah..!!!
Ujang menegaskan, Pemerintah tidak boleh menunggu lebih banyak Pelajar Menjadi Korban Narkoba, baru kemudian mengambil Tindakan.
Kasus Pelajar yang pernah Terseret Persoalan Narkoba maupun Obat – obatan Terlarang di Sukabumi, dan Kasus Oknum Tenaga Pendidik yang Tersandung Perkara Narkoba, menurutnya sudah cukup menjadi alarm bagi semua Pihak, “Narkoba tidak menunggu Birokrasi. Tidak menunggu Rapat, tidak menunggu Disposisi. Kalau Pemerintah serius Melindungi Generasi Muda Sukabumi, sekarang waktunya bergerak,” Jelasnya.
POPDIKSI meminta Pemerintah Kabupaten Sukabumi, dan Pemerintah Kota Sukabumi segera mempercepat Implementasi Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) dengan Melibatkan BNN, Sekolah, Guru, Orang Tua, Dewan Pendidikan, dan Pokja BSAN, “Jangan sampai kita baru sibuk setelah Korban bertambah. Pencegahan harus dilakukan sebelum Anak – anak kita menjadi Korban,” Pungkas Ujang.
Red Newsbin.
