Akui PT. Silo Kooperatif, Ketua Komisi II DPRD Kotabaru Desak Keluhan Nelayan Segera Dipenuhi
NEWSBIN86.COM Kotabaru – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotabaru pada Senin (26/01) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan manajemen PT Silo, dan perwakilan nelayan di Ruang Rapat Komisi. Hal itu didasari dengan keluhan nelayan terkait dengan pengurukan pelabuhan dan jembatan Tanjung Lita. Newsbin, pada Selasa, 28/01/2026.
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kotabaru, Abu Swandi, mengatakan bahwa RDP digelar menyusul adanya sejumlah kelompok nelayan yang terdampak aktivitas pengurukan dan mengajukan permintaan kompensasi.
“Setelah RDP, pihak perusahaan menyampaikan bahwa program-program CSR telah terealisasi hingga 100 persen. Harapan kami dari DPRD, apa yang menjadi keluhan dan permintaan nelayan bisa segera dipenuhi oleh pihak perusahaan,” ujarnya.
Abu Swandi juga menilai PT. Silo bersikap cukup kooperatif dalam menyikapi aspirasi nelayan. Ia menyebutkan, perusahaan membuka ruang bagi kelompok nelayan yang belum terakomodir untuk mengajukan proposal melalui Kepala Desa setempat.
Legal PT. Silo melalui Head of External, CSR, LA & Corporate, Sigit Dwi Haryanto, mengatakan sejak awal telah melakukan koordinasi dan kajian sesuai ketentuan yang berlaku. Ia pun mengungkapkan pernyataan adanya taat hukum dan mengikuti regulasi yang ada.
“Semua proses telah kami lalui. Kelompok nelayan yang saat ini mengajukan hearing hanya sebagian kecil, karena di satu Desa terdapat beberapa kelompok nelayan,” katanya.
Sedikitnya 17 nelayan telah mengajukan permintaan, kemungkinan belum terakomodir karena keterbatasan kemampuan perusahaan serta penerapan skala prioritas dalam pelaksanaan program CSR.
“Namun kami tetap memprioritaskan sesuai kemampuan perusahaan,” tambahnya.
Di sisi lain, Ketua Nelayan, Ahmad Lamo, menyampaikan dukungannya terhadap keberadaan PT Silo di wilayah tersebut. Ia berharap RDP menghasilkan kepastian bagi nelayan yang terdampak.
“Pada prinsipnya saya mendukung PT Silo. Harapan kami dari RDP ini adalah adanya kejelasan bantuan, berupa mesin, pelebaran sungai, serta santunan bagi 17 nelayan yang tidak bekerja di PT Silo. Soal nominal, kami serahkan sepenuhnya kepada perusahaan,” pungkasnya. Rzq.
