​Tekan Angka Kematian Ibu, Pemkab Kotabaru Bentuk Tim Koordinasi Lintas Sektor

0
Screenshot_20260710_064605
Bagikan ke :

NEWSBIN86.COM ​Kotabaru – Pemerintah Kabupaten Kotabaru resmi membentuk Tim Koordinasi Perencanaan dan Penganggaran Kesehatan Reproduksi. Langkah ini diambil melalui Dinas Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Baperida) sebagai upaya nyata mempercepat penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) di wilayah tersebut. Newsbin,pada Jum’at 10 Juli 2026.

​Acara yang berlangsung di Ruang Koordinasi Baperida ini dihadiri oleh perwakilan lintas sektor. Di antaranya adalah Diskominfo, Dinas Kesehatan, DPPPAPPKB, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, hingga berbagai mitra kesehatan.

Tim ini diharapkan mampu menjadi penggerak utama dalam menyelaraskan program, kebijakan, dan anggaran lintas sektor terkait kesehatan ibu dan reproduksi.

​Pembentukan tim ini merupakan langkah strategis Pemkab Kotabaru untuk memastikan setiap perencanaan dan penganggaran program kesehatan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan terintegrasi dan tepat sasaran.

​Kabid Perencanaan Sosial Budaya Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Baperida, Hj. Rakhmawaty, menyampaikan bahwa tujuan utama tim koordinasi ini adalah mengakomodasi dan mengintegrasikan perencanaan yang berkaitan dengan penganggaran.

Dengan demikian, upaya percepatan penurunan AKI di Kabupaten Kotabaru dapat berjalan lebih terarah dan terkoordinasi.

“Mari kita kuatkan komitmen bersama demi terwujudnya pelayanan kesehatan ibu yang lebih baik,” katanya.

​Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan yang diwakili oleh Kabid Sumber Daya Kesehatan (SDK), Akhmad Saleh, membenarkan tingginya urgensi penanganan masalah ini. Ia mengungkapkan bahwa dalam dua tahun terakhir, Kotabaru bahkan sempat berada di urutan pertama AKI tertinggi di tingkat provinsi dan terus menjadi sorotan.

​”Berbagai upaya sebenarnya telah dilakukan Dinas Kesehatan, salah satunya adalah pelibatan dokter spesialis. Penempatan mereka tidak hanya difokuskan di rumah sakit rujukan, tetapi juga menyasar Puskesmas untuk penanganan langsung terhadap ibu hamil,” jelas Akhmad Saleh.

​Melalui terbentuknya Tim Koordinasi ini, sinergi program medis di lapangan dan penganggaran daerah diharapkan mampu memutus rantai tingginya angka kematian ibu di Kotabaru secara efektif. (Rzq)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *