GMNI Lebak Soroti Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok, Desak DPRD Lebak Dan Disperindag Segera Ambil Langkah Konkret
NEWSBIN86.COM Lebak – Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Lebak menyoroti melonjaknya harga kebutuhan pokok di Kabupaten Lebak yang semakin membebani masyarakat kecil. Kenaikan harga beras, minyak goreng, cabai, telur, bawang hingga kebutuhan dapur lainnya dinilai telah membuat kondisi ekonomi rakyat semakin tertekan.Newsbin, pada Rabu.20/05/2026.
Ketua Bidang Advokasi dan Kajian Strategis DPC GMNI Lebak, Rojai, mengatakan bahwa pemerintah daerah dan DPRD Lebak tidak boleh tinggal diam melihat kondisi tersebut. Menurutnya, DPRD sebagai representasi rakyat harus hadir memberikan solusi nyata, bukan hanya sekadar melakukan pengawasan tanpa tindakan konkret.
“Lonjakan harga kebutuhan pokok hari ini sangat dirasakan oleh masyarakat bawah, khususnya buruh, petani, nelayan, dan masyarakat kecil lainnya. DPRD Lebak sebagai wakil rakyat harus segera turun tangan dan memberikan solusi nyata agar daya beli masyarakat tidak semakin melemah,” tegas Rojai.
Ia juga menilai bahwa kenaikan harga kebutuhan pokok yang terus terjadi berpotensi memicu meningkatnya angka kemiskinan di Kabupaten Lebak apabila tidak segera diantisipasi secara serius oleh pemerintah daerah bersama pihak terkait.
“Dalamhal ini kami mempertanyakan Tugas da Fungsi Disperindag sebagai Dinas yang bertanggungjawab terhadap kondisi Pasar di daerah Hari ini” Ujarnya
GMNI Lebak mendesak DPRD Kabupaten Lebak untuk segera memanggil dinas terkait serta melakukan pengawasan terhadap distribusi dan stabilitas harga bahan pokok di pasar-pasar tradisional. Selain itu, GMNI juga meminta adanya operasi pasar dan langkah konkret untuk menekan praktik penimbunan yang dapat memperparah kenaikan harga.
“Kami meminta DPRD Lebak jangan hanya menjadi penonton di tengah jeritan rakyat. Harus ada keberpihakan nyata kepada masyarakat. Stabilitas harga kebutuhan pokok merupakan persoalan mendasar yang menyangkut kehidupan rakyat banyak,” lanjutnya.
GMNI Lebak menegaskan akan terus mengawal persoalan tersebut dan siap turun bersama masyarakat apabila kondisi ini terus dibiarkan tanpa solusi yang jelas dari pemerintah maupun DPRD Kabupaten Lebak.
Red: Shandy Pale.
