Tujuan Mulia Presiden Prabowo Subianto, Di Rusak Oleh Beberapa SPPG, Adanya MBG Tidak Sesuai Harga Tiap Porsi, “MBG Wajib Kena Sanksi”
NEWSBIN86.COM SUKABUMI – Hari Pertama masuk Sekolah di bulan Ramadan, Senin (23/02), dan Selasa (23/02), Program Makan Bergizi Gratis (MBG) langsung menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat di Cikidang. Sejumlah Unggahan menampilkan Menu yang dibagikan kepada Siswa/Siswi disertai beragam komentar dari Nada Heran, hingga Kritik Tajam. Newsbin, pada Selasa, 24/02/2026.
Hal itu terjadi di SPPG Cikidang, dan SPPG Sampora Kecamatan cyikidang dalam fhoto, dan video terlihat ketidak sesuaian harga wajar.
Fhoto, video yang beredar menunjukkan Paket Menu “Keringan” berupa roti kemasan, biskuit, kue kering atau wafer, jeruk , telor asin lengkap dengan susu kotak. Skema ini dinilai Praktis untuk distribusi selama Ramadan karena mudah disalurkan, dan tidak memerlukan Proses Penyajian rumit di Sekolah.
Namun masyarakat, dan Para Tokoh di Cikidang mempertanyakan kesesuaian Menu tersebut dengan tujuan pertanyakan tujuan niat baik Pemerintah Pusat melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang di selenggarankan Badan Gizi Nasional (BGN) agar berjalan sebagaimana mestinya, sesuai Juknis, dan tidak boleh seakan disalah gunakan.
Simulasi Analisa Harga SPPG Cikidang:
Telor Asin = Rp. 3.000;
Roti = Rp. 2.000;
Jeruk = Rp. 1.000;
Kacang = Rp. 2.000;
Jumlah = Rp. 8.000;
Selisih Rp. 2.000; dari Ketentuan BGN dapur Diduga tidak sesuai Harga Porsi yaitu Rp. 10.000;
Untuk 3 Hari SPPG Sampora Kecamatan Cikidang Analisa simulasi Harga:
Susu Kotak 2 pcs = Rp. 6.000;
Jeruk 2 pcs = Rp. 2.000;
Sari Gandum 3 pcs = Rp. 6.000;
Roti 1 pcs = Rp. 2.000;
Telor Asin 1 pcs = Rp. 3.000;
Jumlah = Rp. 19.000;
Selisih Rp. 11.000; Menu Porsi Untuk 3 Hari.
Sementara, Ketentuan BGN Rp. 10.000 setiap Porsi dapur tersebut sama Diduga menyalahi Aturan, dan wajib di Audit, dan diberi Sanksi.
Nanang Suherman sapaan akrab Kang Ilok, salah satu Wali Murid sekaligus Tokoh setempat menyebutnya sangat menyayangkan hal seperti ini terjadi, ada dua dapur yang hari ini jadi perbicangan Menu yang tidak sesuai, SPPG Cikidang, dan SPPG Sampora, Kedua SPPG tersebut Diduga tidak sesuai Menu Porsi nya.
“Berdasarkan Analisa Kajian Harga yang kami sebagai masyarakat lakukan dengan parameter Toko, dan Supplier,” Ungkapnya.
“Mulai dari harga termahal hingga harga termurah kita lakukan Kajian, sehingga kita rasa dua SPPG itu tidak sesuai harga Porsi yang di tetapkan oleh BGN,” Tambahnya.
Menurut ntanang Sherman atau Kang Ilok menyampaikan, “Kita tahu harga Makan Bergizi Gratis Perporsi Rp. 15.000; namun kita juga paham, bahwa Rp. 10.000; Bahan Baku, Rp . 3.000; Operasional, Rp. 2.000; Sewa Dapur, namun saya rasa dua dapur tersebut tidak mentaati himbauan BGN, dan wajib di berikan Sanksi, terutama fungsi Koordinator SPPG dalam mengawasi Porsi/Menu MBG tersebut di rasa kurang pengawasan,” Jelasnya.
“Kita patut Apresiasi, dan bangga pada tujuan Nulia Bapak Presiden Prabowo Subianto yang memberi Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk meningkatkan gizi Generasi Anak Bangsa jangan sampai di cederai, dan di salah gunakan oleh segelintir orang – orang yang tidak bertangung jawab yang memanfaatkan Program ini demi keuntungan Pribadi, saya harap BGN bisa memperketat Pengawasan terhadap Menu hal lain yang di rasa penting dalam mencengah Penyalahgunaan, bila perlu Sanksi Tegas berupa Penutupan bagi Menu, dan dapur yang tidak sesuai dengan SOP serta regulasi yang ada dalam Juknis BGN,” Ungkap Kang Ilok.
Kang Ilok juga mengajak semua Pihak agar bersama sama berperan aktif mengawasi Program ini supaya sesuai yang di harapkan Pemerintah, dan meminimalisir Tindakan KKN yang Merugikan Negara.
Mari bersama ikut mendukung Program Asta Cita Bapak Presiden agar Perekonomian Lokal bisa ikut bangkit, lapangan kerja tercipta, dan anak bisa mendapat Asupan Gizi Maksimal.
A. Muchtar.
