Petani Desak UPTD DAS Ciliman-Cisawarna Bertindak Tegas Atasi Kekeringan
NEWSBIN86.COM Lebak – Puluhan petani di Desa Cikeusik, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Banten, terancam gagal panen. Akibat kekeringan, sekitar 10 hektare sawah milik warga berpotensi merugi hingga ratusan juta rupiah. Newsbin, pada Senin, 6 September 2026.
Salah Seorang Petani, Adang Abdi menyampaikan, Keluhannya Terkait Kondisi Sawah yang mengering dalam beberapa waktu terakhir.
Menurut Adang, Kekeringan yang melanda tidak sepenuhnya disebabkan oleh Musim Kemarau Panjang. Ia menuding buruknya Sistem Pembagian Air menjadi Penyebab Utama.
”Kekeringan ini bukan hanya karena Kemarau Panjang, tetapi juga karena Saluran Irigasi yang mengaliri Persawahan di Desa Cikeusik tidak berfungsi Optimal,” Ujar Adang kepada Wartawan, Senin (7/9).
Adang menyebutkan, Permasalahan ini sudah berlangsung sejak lama. Ia menyoroti Kinerja Petugas di Pintu Air yang dinilai Tidak Serius dalam Menjalankan Tugasnya.
”Selama ini Petugas di Pintu Air tidak bekerja Maksimal. Akibatnya Pembagian Air Tidak Merata. Kami Meminta Petugas bisa bekerja lebih Optimal agar Air bisa dibagi secara Adil,” Ungkapnya.
Adang juga menegaskan, tidak ada alasan bagi Sawah untuk Kekeringan saat musim Kemarau, ”Adanya Irigasi itu untuk menjamin Sawah Tidak Kekeringan saat Kemarau. Jadi tidak bisa semua disalahkan ke Cuaca,” Tegasnya.
Atas Kondisi tersebut, Adang mendesak UPTD Pengelolaan DAS Ciliman – Cisawarna untuk Bertanggungjawab Penuh. Ia meminta Pimpinan UPTD Menindak Tegas Pegawai di bawahnya yang lalai.
Apabila tidak ada Solusi dari Pemerintah, Para Petani Desa Cikeusik berencana Menggelar Aksi Demonstrasi, ”Kami akan Menuntut Kepala UPTD Pengelolaan DAS Ciliman – Cisawarna Diganti, karena dianggap tidak Becus Bekerja,” Pungkas Adang.
Hingga Publikasi Nasional ini di Tayangkan, Pihak UPTD Pengelolaan DAS Ciliman – Cisawarna belum memberikan Pernyataan Resmi, dan belum bisa dimintai Keterangan lebih lanjut.
Bersambung..!!!
Teamred.
