21 KPM Gagal Terima Beras, Data Desil Kacau: Pekon Sinar Jawa Terjepit Aturan
NEWSBIN86.Com Tanggamus – Penyaluran bantuan pangan beras di Pekon Sinar Jawa, Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus, menuai persoalann.Sedikitnya 21 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dilaporkan tidak dapat menerima bantuan karena nama yang tercantum dalam daftar disebut telah meninggal dunia atau tidak lagi diketahui keberadaannya. Newsbin, pada Sabtu, 5 September, 2026.
Bantuan tersebut merupakan Alokasi Juli – September 2026 sebanyak 30 Kilogram Beras setiap Penerima, sebagaimana tercantum dalam Undangan Berlogo Perum Bulog.
Kepala Pekon Sinar Jawa, Hadi Hariyanto mengatakan, Persoalan diketahui setelah Laporan dari 10 Ketua RT, dan lima Kepala Dusun.
Pemerintah Pekon kemudian berkoordinasi dengan TKSK Air Naningan serta Pihak terkait untuk mencari Mekanisme Penggantian Penerima.
Menurut Hadi, Pihak Bulog menjelaskan, bahwa Bantuan yang tidak tersalurkan dapat dialihkan kepada Warga yang masuk Desil 1 – 4.
Apabila masih terdapat sisa, Pengalihan kepada Warga di luar Kelompok tersebut, disebut dapat dilakukan berdasarkan musyawarah Pekon sesuai Ketentuan yang berlaku.
Namun, Persoalan baru muncul karena Data Desil dinilai belum sesuai dengan Kondisi Riil masyarakat.
Hadi menyebut Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tanggamus, Hardasyah, dalam komunikasi dengannya mengakui Data Desil masih dalam Proses Perbaikan, dan Persoalan Ketidakakuratan Data terjadi secara lebih luas, “Banyak Warga yang Kondisi ekonominya sangat memprihatinkan, tetapi desilnya justru tinggi. Sebaliknya, ada yang kondisi ekonominya lebih baik tetapi masuk Desil yang berpotensi mendapatkan Bantuan,” Kata Hadi.
Kondisi tersebut membuat Pemerintah Pekon berada di Posisi Sulit. Beras tersedia, tetapi sebagian Penerima dalam Daftar Bermasalah, sementara Warga yang dinilai Layak Menerima justru Terbentur Data Desil.
Hadi meminta Pemerintah, dan Instansi terkait segera melakukan Sinkronisasi serta Pemutakhiran Data dengan melibatkan Pemerintah Pekon, sehingga Bantuan benar – benar tepat sasaran, “Jangan sampai masyarakat yang benar – benar membutuhkan justru kehilangan hak, hanya karena Data yang tidak sesuai dengan kondisi di lapangan,” Tegasnya.
Hingga Persoalan ini mencuat, menurut Hadi, Nasib Bantuan untuk 21 KPM tersebut masih belum mendapatkan Titik Terang.
Pemerintah diharapkan segera memberikan Kepastian agar Bantuan pangan tidak Tertahan Akibat Persoalan Administrasi, dan Ketidaksinkronan Data.
Bersambung..!!!
Julio.
