Ketua DPRD Kotabaru Apresiasi Kejurnas Gantole & Paralayang 2026 Di Bukit Mamake
NEWSBIN86.COM Kotabaru – Ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Seri 1 Gantole dan Paralayang Tahun 2026 yang berlangsung di kawasan Bukit Mamake Hills dan Bukit Bapake, Kabupaten Kotabaru, resmi ditutup pada Rabu (24/6). Kompetisi bergengsi ini sukses menyedot perhatian dengan diikuti oleh hampir 50 atlet dari 11 provinsi di Indonesia, sekaligus mengukuhkan posisi Kotabaru sebagai salah satu destinasi terbaik untuk olahraga dirgantara (Aerosport Tourism) di tanah air. Newsbin, pada Sabtu 27/06/2026.
Prosesi penutupan dipimpin Wakil Bupati Kotabaru, Syairi Mukhlis, yang hadir mewakili Bupati Kotabaru. Acara ini juga dihadiri oleh Ketua DPRD Kotabaru Hj. Suwanti, jajaran Forkopimda, serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait.
Keunggulan lanskap Bukit Mamake dan Bukit Bapake mendapat acungan jempol dari para atlet serta pengurus organisasi olahraga dirgantara nasional. Kawasan ini dinilai memiliki kombinasi bentang alam yang sangat ideal; mulai dari perbukitan yang menantang, pemandangan laut yang memukau, area lepas landas (take-off) yang representatif, hingga area pendaratan (landing) yang luas dan aman. Karakteristik unik ini dinilai tidak hanya potensial untuk ajang prestasi tingkat dunia, tetapi juga menjadi magnet wisata olahraga udara yang langka di Indonesia.
Ketua DPRD Kotabaru, Hj. Suwanti, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kelancaran acara tersebut. Ia menekankan bahwa kejurnas ini membawa tiga manfaat utama bagi daerah dan masyarakat sekitar.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang membuat acara ini berjalan lancar. Manfaat pertama jelas adalah rajutan silaturahmi dan kebersamaan yang kuat antara atlet lintas provinsi, pemerintah daerah, unsur TNI, dan masyarakat setempat,” ujar Suwanti tegas.
Manfaat kedua, lanjut Suwanti, adalah sebagai panggung promosi potensi alam Kotabaru. Keindahan alam berpadu keramahan masyarakat Bumi Saijaan menjadi nilai tambah yang membedakan Kotabaru dari daerah lain. Ia berharap kesan positif yang dibawa pulang para peserta dapat memicu mereka untuk kembali menggelar event serupa di masa mendatang.
“Sangat disayangkan jika keindahan Bumi Saijaan ini hanya diketahui oleh warga lokal. Kami berharap lewat kejurnas ini, nama dan pesona alam Kotabaru semakin dikenal luas di tingkat nasional,” tambahnya.
Sementara manfaat ketiga yang tidak kalah penting adalah dampak instan terhadap roda ekonomi masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar lokasi acara. Kedatangan ratusan peserta, official, dan panitia terbukti menghidupkan geliat transaksi lokal.
“Semoga dengan adanya kegiatan ini, UMKM di wilayah kita bisa tumbuh dan berkembang, sehingga manfaat ekonominya dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat,” harap Suwanti.
Di sisi lain, Ketua Komite Gantole PB FASI, Abdul Mustopa, turut mengapresiasi kesuksesan penyelenggaraan acara, meskipun kali ini pelaksanaannya tidak didukung oleh pesawat TNI AU.
Ke depan, ia berharap ajang serupa terus konsisten digelar dengan skala yang lebih masif. Abdul menargetkan event selanjutnya mampu menarik partisipasi hingga 20 provinsi demi menaikkan level kejuaraan ke kelas internasional.
“Kegiatan seperti ini sangat krusial untuk mengasah jam terbang atlet daerah maupun nasional agar semakin kompetitif dan siap bersaing di kancah dunia,” pungkas Abdul. Rzq.
