Tabrakan Kapal Di Pulaulaut Selatan, Kapten Kapal Meninggal Dunia Dan 1 Orang Tenggelam
NEWSBIN86.COM Kotabaru – Kecelakaan laut tragis terjadi di perairan Desa Labuan Mas, Kecamatan Pulaulaut Selatan, Kabupaten Kotabaru, pada Selasa (16/6) sekitar pukul 09.00 WITA. Sebuah kapal penangkap ikan jenis perenggek bernama ‘Mega Harapan’ hancur terbelah dua setelah diduga ditabrak oleh sebuah kapal penumpang berbahan besi. Newsbin, pada Kamis, 18/06/2026.
Akibat peristiwa tersebut, kapten kapal dilaporkan meninggal dunia, 1 orang anak buah kapal (ABK) dinyatakan hilang tenggelam, sementara lima ABK lainnya berhasil selamat.
Berdasarkan laporan resmi dari Satpolairud Polres Kotabaru kepada Direktur PolAirud Polda Kalsel, kapal Mega Harapan yang mengangkut 7 orang (1 kapten dan 6 ABK) tersebut sedang berlayar dari arah Pulau Samber Gelap menuju Desa Tanjung Serudung.
Namun, saat melintas di sekitar perairan Desa Labuan Mas, sebuah kapal penumpang besi berwarna putih-biru diduga menabrak kapal nelayan tersebut. Saat insiden terjadi, korban yang selamat tidak melihat langsung detik-detik benturan sebab 4 orang di antaranya sedang tidur dan 1 orang sedang memasak. Mereka baru menyadari kecelakaan setelah tubuh mereka sudah mengapung di laut dan kondisi kapal telah terbelah menjadi dua bagian.
Sekitar pukul 13.00 WITA, lima korban selamat berhasil dievakuasi oleh kapal nelayan yang melintas di sekitar lokasi kejadian dan langsung dibawa ke Desa Labuan Mas.
Data Korban Kecelakaan:
- Korban Meninggal Dunia: atasnama Muhamad Alwi (40) selaku Kapten Kapal, warga berdomisili di Perumnas Hilir, Batu Selira, Desa Hilir Muara, Kotabaru.
- Korban Hilang / Tenggelam: atasnama Gilang (23) – ABK, warga asal Makassar, berdomisili di Perumnas Hilir, Batu Selira, Desa Hilir Muara, Kotabaru).
Adapun 5 korban selamat, 4 diantaranya merupakan warga desa hilir muara, yaitu : Bahruddin (43), Muhamad Soleh (26), Alimuddin (43), Usman (34) dan 1 korban atasnama Amiruddin (40) warga Desa Tambak Permai.
Catatan Redaksi: Hingga keterangan dicatat pada selasa (16/06), tim gabungan bersama nelayan lokal masih terus melakukan upaya pencarian intensif di sekitar lokasi kejadian untuk menemukan satu korban yang masih hilang. Perkembangan lebih lanjut mengenai kronologi dan pencarian korban akan diperbarui secara berkala. Rls.
