IMG-20260430-WA0002
Bagikan ke :

NEWSBIN86.COM Buntok – Seorang PNS di Barito Selatan menunjukkan komitmennya terhadap Pelestarian Lingkungan dengan menyerahkan Satwa dilindungi kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam atau BKSDA Kalteng Wilayah III. Di halaman Kantor Disdukcapil Barsel. Newsbin, pada Kamis, 30/04/2026.

Penyerahan ini menjadi langkah nyata dalam mendukung upaya konservasi dan perlindungan keanekaragaman hayati di Indonesia.

Satwa yang diserahkan satu ekor Trenggiling merupakan salah satu jenis hewan yang masuk dalam daftar dilindungi oleh pemerintah.

PNS tersebut bernama Piamiano menjabat sebagai Kepala Bidang atau Kabid Pelayanan Pencatatan Sipil pada Disdukcapil Barsel.

Ia menceritakan penemuan satwa dilindungi trenggiling ini berawal pada Senin, 27 April 2026 sekitar pukul 06.15 WIB saat mengantar anak ke sekolah saat melewati Jalan Sampurna tepatnya depan bakso ikan melihat binatang berjalan di pinggir jalan.

“Awalnya saya mengira biawak, namun setelah didekati ternyata trenggiling. Singkat cerita saya tangkap dan memasuki ke dalam mobil. Karena saya tahu bahwa ini termasuk hewan atau satwa dilindungi pulang ke rumah mengambil kandang dan membawanya ke kantor,” Beber dia.

Jadi, sambung dia, sambil menunggu dan mencari kontak pihak BKSDA Kalteng dalam hal ini seksi III yang berkantor di Muara Teweh.

“Setelah dapat kontak dan berkomunikasi akhirnya pada hari ini kita menyerahkan satwa dilindungi ini ke pihak BKSDA seksi wilayah III,” Jelas dia.

Sementara Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Alam wilayah III, Handi Nasoka mengucapkan terima kasih kepada Pak Piamiano yang telah melaporkan penemuan satwa dilindungi ini.

“Kita juga berharap kepada semua lapisan masyarakat, apabila ada menemukan atau menjumpai satwa dilindungi bisa melapor ke kami melalui call center BKSDA Kalteng, bisa melalui browsing melalui google, akan segera kami tindaklanjuti,” Ucap dia.

Ia menyampaikan tindak lanjut dari penyerahan ini pihaknya akan mengecek Kesehatan Trenggiling jika sehat kemudian sifat litany masih ada akan langsung dilepasliarkan ke kawasan konservasi.

Herman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *