PETISI 26 Soroti Etika Legislator Gerindra Kabupaten Bogor, 12 Kursi Parlemen Jangan Jadi Alasan Jauh Dari Rakyat

0
WhatsApp Image 2026-11-05 at 17.54.44
Bagikan ke :

NEWSBIN86.COM BOGOR – Besarnya kepercayaan masyarakat Kabupaten Bogor terhadap Partai Gerindra yang berhasil Menempatkan 12 Kadernya di Kursi DPRD selama hampir Dua Periode, dinilai harus dibarengi dengan Tanggung jawab Moral, dan Komitmen Nyata dalam Melayani masyarakat. Newsbin, pada Kamis, 05 November 2026.

Namun, munculnya Sorotan Terhadap Perilaku Salah Seorang Oknum Anggota Legislatif dari Partai tersebut justru Memunculkan Pertanyaan Mengenai Sejauh Mana Komitmen Wakil Rakyat dalam Menjalankan Amanah Konstituennya.

Ketua Masyarakat Sipil Bogor Bersatu (PETISI 26), Ruzwan Riswanto Menyoroti Dugaan Perilaku Seorang Legislator Gerindra yang telah Menjabat selama Dua Periode. Oknum tersebut Disorot karena Dinilai Menunjukkan Gaya Hidup Berlebihan, Terkesan Eksklusif serta Kurang Responsif ketika Berhadapan dengan masyarakat yang Ingin Menyampaikan Aspirasi maupun Sekadar Memberikan Sapaan.

Menurutnya, Jabatan sebagai Anggota DPRD bukanlah Ruang untuk Membangun Jarak dengan masyarakat. Sebaliknya, semakin lama Seseorang Menduduki Jabatan Publik, semakin Besar pula Tanggung jawabnya untuk Menjaga Sikap, Etika, dan Kedekatan dengan Konstituen.

Persoalan ini tidak semata-mata Menyangkut Gaya Hidup Pribadi, tetapi juga Berkaitan dengan Persepsi Publik Terhadap Integritas, dan Kepatutan Seorang Pejabat yang memperoleh Mandat melalui Suara Rakyat.

Sebagai Lembaga Perwakilan, DPRD memiliki Tanggung jawab untuk Menyerap, dan Memperjuangkan Aspirasi masyarakat. Karena itu, Sikap Terbuka, Komunikatif serta Kesediaan Menerima Kritik Menjadi Bagian Penting dari Tanggung jawab Seorang Legislator.

PETISI 26 menilai, Apabila Dugaan Sikap Tidak Responsif tersebut Benar Terjadi, dan Berlangsung Berulang Kali, Persoalan ini Patut Menjadi Perhatian Serius, baik oleh Lembaga DPRD maupun Struktur Organisasi Partai Politik yang Menaunginya.

Terlebih, Gerindra selama ini Dikenal Membawa Semangat Perjuangan Politik yang Mengedepankan Kedekatan dengan Rakyat. Komitmen tersebut Semestinya Tidak Berhenti pada Slogan Politik maupun Momentum Kampanye, melainkan Diwujudkan melalui Perilaku Para Kader yang Telah Memperoleh Kepercayaan masyarakat.

PETISI 26 Minta Evaluasi, Dan Pengawasan..!!!

Atas Persoalan tersebut, Masyarakat Sipil Bogor Bersatu (PETISI 26) Mendorong Adanya Langkah Evaluasi, dan Pengawasan secara Objektif Terhadap Legislator yang Menjadi Sorotan.

Ada Dua Hal Yang Menjadi Perhatian Utama:
Pertama, Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Bogor diminta Mencermati, dan Menindaklanjuti setiap Laporan masyarakat Terkait Dugaan Pelanggaran Etika Anggota Dewan, termasuk Persoalan Sikap, Kedisiplinan, dan Tanggung jawab dalam Menjalankan Fungsi Representasi Rakyat.

Kedua, DPC Partai Gerindra Kabupaten Bogor beserta Struktur Organisasi Partai yang Berwenang Diminta Melakukan Evaluasi Terhadap Kader yang Bersangkutan. Evaluasi tersebut Penting untuk memastikan, bahwa setiap Kader yang Menduduki Jabatan Publik Tetap Menjaga Nama Baik Partai, dan Menjalankan Amanah masyarakat.

Apabila dalam Proses Pemeriksaan Ditemukan Pelanggaran, Partai diharapkan Mengambil Tindakan sesuai Mekanisme Organisasi, dan Ketentuan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.

Bahkan, Evaluasi Terhadap Kelayakan Pencalonan kembali maupun Kemungkinan Pergantian Antarwaktu (PAW) dapat Dipertimbangkan Apabila Terdapat Dasar, dan Persyaratan Hukum yang terpenuhi.

Jangan Hanya Dekat Saat Membutuhkan Suara..!!!

Bagi PETISI 26, Kepercayaan Rakyat bukanlah Fasilitas yang dapat Digunakan untuk Membangun Kehidupan Eksklusif. Kursi Legislatif merupakan Amanah yang harus Dipertanggungjawabkan kepada Masyarakat.

Rakyat tidak Membutuhkan Wakil yang Hanya Hadir Ketika Masa Kampanye tiba. Masyarakat Membutuhkan Legislator yang Bersedia Mendengar Keluhan, Membuka Ruang Komunikasi serta Tidak Memandang Rendah Siapa pun yang Datang Menyampaikan Aspirasi.

Dominasi 12 Kursi Gerindra di DPRD Kabupaten Bogor seharusnya Menjadi Kekuatan untuk Memperjuangkan Kepentingan masyarakat, bukan justru Menimbulkan Kesan, bahwa Kekuasaan Membuat sebagian Kader Kehilangan Kepekaan Sosial.

“Jangan sampai setelah Mendapatkan Kepercayaan, dan Duduk di Kursi Kekuasaan, justru lupa kepada masyarakat yang telah memberikan Suaranya. Jabatan itu Amanah, bukan Alasan untuk Bersikap Lebih Tinggi dari Rakyat,” demikian Pesan yang disampaikan dalam Sorotan PETISI 26.

PETISI 26 berharap Persoalan ini Mendapat Perhatian Serius, dan Ditindaklanjuti secara Proporsional. Sebab, Kualitas Seorang Wakil Rakyat Tidak Hanya Diukur dari Berapa Periode Ia Menjabat atau Berapa Banyak Kursi yang Dikuasai Partainya, tetapi juga dari Integritas, Kepedulian, dan Tanggung jawabnya kepada masyarakat.

Rakyat Adalah Pemegang Kedaulatan. Wakil Rakyat Harus Tetap Ingat Siapa Yang Telah Mengantarkannya Ke Kursi Parlemen.

Oleh: Ruzwan Riswanto
Ketua Masyarakat Sipil Bogor Bersatu (PETISI 26) – Teamred.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *