Tak Pernah Terima Bantuan Dari Pemerintah: Aisah Berjuang keras Berjalan kaki Dari Kampung ke kampung Berjualan Gorengan Demi Pengobatan Anaknya yang Lumpuh
NEWSBIN86.COM LEBAK BATEN – Aisah seorang ibu warga Talun, RT 02/ 03 Desa Panancangan, Kecamatan Cibadak, Kabupatén lebak, Provinsi Banten harus menahan air mata setiap hari, lantaran melihat kondisi anaknya bernama Arni Yuningsih mengalami lumpuh sejak lahir dan hingga saat ini Arni sudah berumur 26 Tahun. Namun penyakit lumpuh itu belum juga terobati.
Kondisi yang sangat meprihatikan itu di ungkap Yogi Tamrin tetangga Aisah, yang mengetahui keadaan kehidupan sehari-hari keluarga Aisah.
Yogi menceritakan bahwa ibu Aisah pernah membawa anak perempuannya itu untuk berobat, namun, perjuangannya untuk mengobati anaknya tidak seperti yang di harapkan, penyakit lumpuh itu tetap menggerogoti anaknya dan bahkan tubuh Arni Yuningsih mengalami keras.
“Ibu Aisah bukan tidak mau membawa anaknya berobat lagi, namun keterbatasan biaya dan ekonomi yang serba kekurangan yang membuat ibu Aisah Pasrah dengan kondisi anaknya saat ini,” ujar Yogi kepada awak media, Selasa 30 Desember 2025.
Yogi yang selama ini aktif di Oganisasi BPPKB Cibadak Sebagai Humas, merasa prihatin dengan kondisi keluarga Ibu Aisah. Untuk menghidupi anaknya yang lumpuh, Ibu Aisah harus berjuang keras menegakan lututnya untuk berjalan kaki dari kampung ke kampung berjualan gorengan untuk bertahan hidup sehari-hari.
Karena, Suami Aisah Rahmat hanyalah pekerja Sopir membawa anak sekolah, yang mana penghasilannya tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari.
“Suaminya hanya kerja sebagai Sopir yang memang tidak mencukupi untuk kebutuhan keluarga mereka. Karena, Arni Yuningsih yang memiliki penyakit lumpuh itu harus disediakan Pempres, makan setiap harinya dan kebutuan lainnya untuk bertahan hidup,”ujar Yogi.
Arni Yuningsih sejak memiliki penyakit lumpuh bertahun-tahun itu, hingga kini hanya bisa terbaring lemas dengan kondisi badan yang sangat kurus dan hanya beralaskan kasur Tipis.
Arni juga memiliki hati dan fikiran, sama seperti perempuan lain pada umumnya, ingin hidup selayaknya dan bisa berjalan dengan Normal. Namun, nasib berkata lain, Arni harus merasakan getirnya hidup dengan kondisi lumpuh total.
“Dan yang paling ibu Aisah sedih’kan, ketika Banyak Bantuan Sosial, seperti Bantuan beras, bantuan minyak ataupun Uang, namun keluarganya tidak pernah dapat sekali pun,”kata Yogi sambil suaranya bergetar, miris melihat kondisi keluarga ibu Aisah.
Padahal seharunya Ibu aisah dan anaknya Arni yang lumpuh, kata Yogi, sangat layak untuk mendapatkan bantuan.
“Ibu aisah sangat berharap bantuan dari Pemerintah maupun pihak Dermawan atau pihak yang peduli terhadap sosial.
Semoga keluarga ibu Aisah dapat bantuan untuk pembiayaan pengobatan anaknya. Baik itu berupa barang ataupun uang, karena selama ini keluarga ibu Aisah belum pernah tersentuh bantuan oleh Pemerintah dan harapannya pihak Pemerintah mengulurkan tangan dan meninjau langsung keadaan keluarga ibu Aisah dan Arni Yuningsih yang bernasib lumpuh,”ujar Yogi.
“Saya berharap dengan adanya pemberitaan ini, Pemerintah bisa mendengar tangisan masyarakat dan bisa membantu pihak yang sangat membutuhkan seperti keluarga Aisah ini, “harapnya.
Red: Shandy Pale
