Oleh Ujang Suherman, S. Pd., Ketua Persatuan Orang Tua Peserta Didik Seluruh Sukabumi (POPDIKSI) Tegaskan Bahwa POPDIKSI Bukan LSM Atau Ormas..!!! Klarifikasi Atas Kesalahpahaman Publik (POPDIKSI

0
IMG-20251122-WA0027
Bagikan ke :

NEWSBIN86.COM Sukabumi – “Saya merasa perlu memberikan Klarifikasi karena dalam beberapa Pemberitaan, dan Percakapan Publik muncul tanggapan bahwa Kehadiran Persatuan Orang Tua Peserta Didik Seluruh Sukabumi (POPDIKSI) Identik dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) ataupun Organisasi Kemasyarakatan (Ormas),” Ungkapnya. Newsbin, pada Sabtu, 22/11/2025.

Ia mengira Penafsiran tersebut tidak tepat, dan perlu diluruskan agar tidak menimbulkan Persepsi Keliru yang berdampak pada hubungan Kelembagaan, Khususnya dengan Sekolah, Orang Tua, dan Pemangku Kebijakan Pendidikan.

POPDIKSI bukan LSM, dan bukan juga Ormas, POPDIKSI adalah Organisasi Berbasis Komunitas Orang Tua yang dibentuk dengan tujuan memperkuat Komunikasi, Kemitraan, dan Partisipasi Publik dalam Penyelenggaraan Pendidikan. POPDIKSI lahir bukan sebagai bentuk Struktur Politik atau Lembaga Advokasi, melainkan sebagai Ruang Kebersamaan Para Orang Tua untuk mengambil Peran dalam Ekosistem Pendidikan secara lebih Terarah serta Bermakna.

POPDIKSI adalah Perkumpulan yang dibentuk ketika Orang Tua membutuhkan tempat untuk Berkumpul, Berkomunikasi, dan Menyuarakan Gagasan, Ide serta Inovasi demi Kemajuan Pendidikan di Sukabumi. Dengan kata lain, POPDIKSI merupakan respon sosial atas keterbatasan ruang dialog formal yang selama ini tersedia bagi Orang Tua dalam Sistem Pendidikan.

Kemunculan POPDIKSI dilatarbelakangi oleh Kebutuhan Nyata untuk memastikan bahwa Peran Orang Tua bukan sekadar Pelengkap Administratif, tetapi bagian dari Proses Kolaboratif yang mendukung Tumbuhnya Ekosistem Pendidikan Berkualitas, dan Berperspektif Masa Depan.

“Kami memahami bahwa beberapa Program POPDIKSI menimbulkan Pertanyaan atau Asumsi seolah – olah POPDIKSI sedang menjalankan kegiatan Komersial. Perlu ditegaskan, bahwa apabila terdapat Aktivitas Organisasi yang memiliki Aspek Ekonomi, hal tersebut semata – mata merupakan mekanisme untuk menjaga keberlanjutan Organisasi,” Tambahnya.

“POPDIKSI tidak menerima Dana Pemerintah, tidak memiliki Alokasi APBD atau APBN, dan tidak bergantung pada Donor Institusional. Dengan demikian, kemandirian Finansial menjadi bagian dari Tata Kelola Organisasi yang Akuntabel,” Terangnya.

“Kehadiran POPDIkSI tidak dimaksudkan untuk mengambil alih fungsi siapa pun atau memberikan tekanan terhadap Lembaga Pendidikan mana pun. Justru sebaliknya, POPDIKSI hadir untuk menjadi Mitra yang Konstruktif. Kami ingin memastikan bahwa Komunikasi antara Sekolah, dan Orang Tua dapat berlangsung secara sehat, setara, dan berorientasi pada keberhasilan Peserta Didik,” Jelasnya.

“Sebagai Orang Tua yang juga memiliki anak yang masih menjadi Siswa, dan Mahasiswa di wilayah Sukabumi, Komitmen saya terhadap POPDIKSI bukan sekadar Administratif, tetapi juga Personal. Saya memiliki harapan yang sama seperti jutaan Orang Tua lainnya, seperti ingin melihat anak – anak kita tumbuh dalam lingkungan Pendidikan yang adil, modern, humanis, dan berorientasi pada Pembentukan Karakter serta Kompetensi Abad ke-21,” Masih kata Ujang Suherman, S. Pd.

“Maka dari itu, saya mengajak semua Pihak untuk tidak terburu – buru memberikan Label atau Stigma yang tidak tepat terhadap POPDIKSI. Mari membangun ruang dialog, Kolaborasi, dan Kerjasama yang sehat demi tujuan yang lebih besar, yaitu memastikan masa depan Pendidikan di Sukabumi berkembang bukan melalui Kecurigaan, tetapi melalui Kepercayaan, dan Sinergi,” Ucapnya.

“Jika Pendidikan adalah Tentang Masa depan anak – anak kita, maka setiap Pihak yang ingin berkontribusi seharusnya dipandang sebagai Potensi, bukan Ancaman,” Pungkasnya.

Red Newsbin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *