Dana BOS Tahap II Mandeg, Ribuan Guru Honorer PAUD – SMP Di Sukabumi Menjerit Dengan Biaya Oprasional Yang Harus Ada Setiap Harinya

NEWSBIN86.COM Sukabumi – Hingga akhir Agustus 2025, Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahap II untuk jenjang PAUD, SD, dan SMP di Kabupaten Sukabumi belum seluruhnya cair. Akibatnya, ribuan Guru Honorer belum menerima gaji, Penyedia barang dirugikan, dan Fasilitas belajar Siswa/Siswi Terganggu. Newsbin, pada Sabtu, 30/08/2025.
Masalah ini disebut sebagai Kelalaian Berlapis, mulai dari Sekolah, Dinas Pendidikan (Disdik), hingga Pengelolaan Data Dapodik (Data Pokok Pendidikan) yang Diduga Amburadul.
POPDIKSI: Guru, Dan Siswa/Siswi Jadi Korban.
Ujang Suherman, S. Pd., Ketua Persatuan Orang Tua Peserta Didik Seluruh Sukabumi (POPDIKSI) menegaskan Persoalan Keterlambatan BOS sudah menjadi Penyakit Tahunan yang merugikan banyak Pihak.
“PAUD, SD, SMP sama saja. Banyak Laporan BOS Tahap I molor, Data Dapodik Kacau, dan Disdik Lamban. Akhirnya Guru Honorer jadi Korban, Penyedia Barang Menjerit, dan Anak – Anak kehilangan Fasilitas Belajar. Ini jelas Kelalaian Berlapis,” Tegas Ujang, Sabtu, (30/08).
Pemerhati Pendidikan: Sistem Gagal Total
Seorang Pemerhati Pendidikan di Sukabumi, (RS), juga mengkritik keras Keterlambatan Pencairan ini, “Setiap tahun masalahnya sama: laporan telat, Dapodik bermasalah, Disdik lambat bertindak. Tidak ada evaluasi, tidak ada Perbaikan. Sistem Pendidikan di Sukabumi Gagal total jika hal seperti ini terus dibiarkan,” Ungkap R.S.
LSM: Publik Wajar Curiga
Kritikan juga datang dari salah satu LSM lokal, (AM), yang menyoroti Minimnya Transparansi, “Jika keterlambatan BOS terus berulang, wajar Publik curiga ada yang tidak beres. Uang Rakyat harus Transparan. Jangan sampai Anak Didik dijadikan Korban karena lemahnya Administrasi,” Ucapnya.
Fakta Lapangan: Sekolah Terpaksa Berutang
Seorang Kepala Sekolah di wilayah Selatan Sukabumi mengaku harus berutang demi menutup kebutuhan Operasional, “Sudah dua bulan Guru Honorer belum menerima gaji. Kalau Dana BOS Tahap II tidak segera cair, Sekolah bisa lumpuh. Kami terpaksa Pinjam Uang Pribadi untuk bayar Honor Guru,” Kata dia.
Disdik Klaim Mulai Salur, Realita Berbeda. Pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi menyebut Penyaluran Dana BOS Tahap II sudah berjalan meski dengan keterlambatan. Namun, fakta di lapangan menunjukkan belum semua Sekolah di wilayah Utara, Selatan, Timur, dan Barat Sukabumi menerima pencairan.
Publik Menuntut Tindakan Tegas..!!!
Ujang Suherman menegaskan POPDIKSI siap membawa Persoalan ini ke jalur Hukum jika Disdik tidak segera memperbaiki Sistem, “Dana BOS adalah hak Anak, dan Guru, bukan hak Pejabat. Jika masalah ini dibiarkan, kami akan kawal hingga ke Tingkat Nasional. Jangan ada lagi Guru Honorer yang menderita karena Kelalaian Birokrasi,” Pungkasnya.
Hingga Publikasi Nasional ini ditayangkan, belum ada tanggapan dari Pihak Kadisdik Kabupaten Sukabumi, guna penyeimbang Berita, dan belum juga semua Sekolah di Kabupaten Sukabumi menerima Pencairan Dana BOS Tahap II.
Red Newsbin.