Birokrasi Lambat, Sekolah, Dan Pengusaha Buku Jadi Korban Dana BOSP Tahap II Belum Cair, POPDIKSI: Mengatakan, “Sekolah Dipaksa Bertahan Dengan Dana Talangan”

0
WhatsApp Image 2025-07-03 at 15.36.52
Bagikan ke :

NEWSBIN.COM Sukabumi — Keterlambatan pencairan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Tahap II di Kabupaten Sukabumi menuai Kritik Keras. Hingga akhir Agustus 2025, Dana yang seharusnya cair sejak Juli lalu, ternyata belum juga masuk ke rekening Sekolah. Akibatnya, Sekolah terjepit Biaya Operasional, sementara Pengusaha Buku yang sudah mengirimkan barang juga ikut dirugikan. Newsbin, pada Kamis, 28/08/2025.

Ujang Suherman, S.Pd, Ketua Persatuan Orang Tua Peserta Didik Seluruh Sukabumi (POPDIKSI), menilai kondisi ini berbahaya bagi Dunia Pendidikan, “Sekolah dipaksa mencari Dana Talangan, ada yang sampai meminjam dari Pihak Ketiga atau Komite. Situasi ini tidak sehat, membuka celah Penyalahgunaan, dan jelas merugikan semua Pihak,” Tegas Ujang.

Sekolah Kebingungan, Administrasi Berantakan..!!!

Kepala salah satu SD Negeri di Sukabumi Utara, inisial KS, mengaku kesulitan membiayai kebutuhan rutin Sekolah, “Listrik, Kebersihan, hingga Honor Guru Non-ASN tetap harus dibayar. Karena Dana belum cair, kami terpaksa pakai jalan pintas. Akhirnya Dokumen Keuangan jadi acak-acakan,” Ungkapnya.

Hal senada disampaikan kepala SMP negeri di wilayah Sukabumi Selatan, KM., “Penyedia sudah mengirim buku, tapi kami belum bisa membayar karena dananya tertahan. Sekolah jadi terjepit, Penyedia juga dirugikan,” Katanya.

Pengusaha Buku Teriak Kerugian..!!!

Salah satu Pengusaha Buku, Inisial RA, menyatakan kekecewaannya, “Kami sudah mengirim ribuan buku ke Sekolah, modal keluar besar, tapi Pembayaran macet. Kalau kondisi ini terus dibiarkan, Penyedia bisa bangkrut. Sekolah jadi Korban, Penyedia hancur, tapi Birokrasi berjalan santai, seakan tidak ada masalah,” Ujarnya dengan nada tegas.

RA menegaskan, ketidakpastian ini bisa membuat banyak penyedia enggan lagi bekerja sama dengan sekolah, “Kami mendukung Pendidikan, tapi kalau diperlakukan seperti ini, siapa yang mau bertahan..???” Tambahnya.

Alasan Disdik Dipertanyakan..!!!

Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi beralasan Dana belum cair karena Proses ARKAS Perubahan belum rampung. Banyak Sekolah belum melakukan Pengesahan RKAS, sehingga Pencairan tertunda.

Namun, alasan ini dinilai tidak sebanding dengan Kerugian Nyata di lapangan, “Itu hanya alasan teknis. Faktanya, Sekolah tetap butuh biaya, dan Penyedia tetap menunggu Pembayaran. Seharusnya ada solusi, bukan sekadar alasan,” Tegas Ujang Suherman.

Kritik Publik: Pajak Lancar, Dana Sekolah Macet..!!!

POPDIKSI mendesak Pemerintah segera mencari jalan keluar agar Sekolah tidak lagi menjadi Korban Birokrasi Lambat, “Jangan sampai Pendidikan di Korbankan. Pajak rakyat tetap ditarik lancar, Gaji Pejabat, dan Fasilitasnya tetap jalan, tapi Dana Sekolah macet. Ini sangat tidak adil,” Pungkas Ujang.

Fakta Lapangan..!!!

Dana BOSP Tahap II: Seharusnya cair Juli – Desember 2025,
Status Realisasi: Hingga akhir Agustus 2025 Belum Cair,
Sekolah Terdampak: ± 3.200 Lembaga (SD, SMP, PAUD, TK, RA)
Dampak Utama: Sekolah terjepit biaya, Dokumen acak – acakan, Penyedia rugi, Potensi Pinjaman tidak Transparan,
Alasan Resmi Disdik: ARKAS Perubahan Belum Beres, Banyak Sekolah Belum Mengesahkan RKAS.

Red Newsbin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *